D
engan menggunakan
kapal laut, ia berangkat dari Pelabuhan Belawan menuju Jakarta, pria Batak
kelahiran 65 tahun silam itu meninggalkan kampung halamannya Pematang Siantar
dipenghujung tahun 1968, dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta,
namun perjalanan hidupnya kemudian berubah haluan menjadi seorang penyanyi yang
dikenal dengan nama Eddy Silitonga.
Karirnya bermula dari
mengikuti festival Lagu Pop Nasional pada tahun 1975, meskipun saat itu dia
harus mengakui keunggulan Melky Goslow, namun lengkingan suaranya yang mengalun
dalam festival tersebut telah membuka hati Rinto Harahap untuk menggarapnya.
Setahun kemudian Rinto mempercayakannya untuk membawakan lagu Biarlah Sendiri,
dan Eddy berhasil dengan baik, mendapat sambutan dari pasar dan dikerubungi
oleh banyak penggemar, diapun mulai menjadi seorang penyanyi yang
diperhitungkan.
Nama besar Eddy
Silitonga sempat bertahan dalam rentang waktu antara 1976 sampai 1980, suaranya
terdengar dimana-mana, lewat lagu-lagu Pop Biarlah Sendiri, Ayah (ciptaan Rinto
Harahap), Kini Kusadari (Barthe Van Houten), Mama (Murry Koesplus), Jatuh Cinta
(Titiek Puspa), Mimpi Sedih (A. Riyanto) dan lain-lain. Waktu itu hampir tidak
ada ruang dan waktu yang tidak diisi oleh suara Eddy Silitonga, bahkan gaya
Jenggot kecil dibawah bibirnya menjadi trend bagi anak-anak pada masa itu.
Eddy juga menyanyikan
lagu-lagu Batak diantaranya Anjua-U, Alusiau, Inang, dan dia juga berhasil
menyanyikan lagu-lagu daerah dengan baik seperti lagu Lancang Kuning (Riau),
Ubek Kan Denai (Minang) Romo Ono Maling (Jawa) Ndung Ku (Muara Enim) dan banyak
lagi lagu daerah lainnya. Pada pertengahan 80an,
kejayaan Eddy sempat
meredup, dan bertahun-tahun setelah itu suaranya seperti menghilang diangkasa
industri musik negeri ini. Namun bukan berarti orang telah melupakannya dan ini
terbukti ketika ia tampil kembali ditahun 87, sambutan dari para penikmat musik
masih memberinya ruang untuk tarik suara, bahkan pada tahun itu juga dia
diundang manggung bersama Emiliya Contessa dinegara jiran Malaysia.

0 comments:
Post a Comment