Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya

Calon Wagub Riau (1)

Written By lungbisar.blogspot.com on Friday, January 20, 2017 | 2:42 PM

Setelah Andi Rahman dilantik sebagai Gubernur Riau, maka pekerjaan yang tersisa adalah menentukan figure yang akan mendampingi beliau sebagai wakil gubernur, aturan perundang-undangan menegaskan bahwa penetapan wakil gubernur harus dilakukan selambat-lambatnya 14 hari setelah gubernur defenitif dilantik.

Lowongnya kursi wakil gubernur ini telah menjadi topik perbincangan hangat bagi masyarakat Riau, mulai dari gedung bertingkat sampai kewarung kopi. Sejumlah namapun mulai bermunculan, dan dengan dalih ingin membangunan Riau kedepan, nama-nama itu berkibar bak bendera ditiup angin.

Adalah seorang Kordias Pasaribu yang secara terang-terangan mengaku berharap bisa menjadi pendamping Arsyadjulian Rachman, menjadi Wakil Gubernur Riau. “Lumrahkan, partai politik mengincar posisi kekuasaan. Karena itu memang menjadi target kegiatan politik. Demikian juga dengan PDIP, kalau memang memungkinkan, kami akan sangat senang jika digandeng Pak Gubernur untuk bersama-sama membangun Riau,” ujar ketua DPD PDIP Propinsi Riau itu, sebagaimana diberitakan oleh riauterkini.com di Pekanbaru, Kamis (26/5/16). 

Meskipun demikian, Kordias sadar sesadar-sadarnya bahwasanya kursi Wagub itu sepenuhnya milik Golkar, Partai dengan lambang Pohon Beringin inilah yang berhak menentukan siapa tokoh yang diajukan sebagai calon Wagub Riau. Karena pada saat mencalonkan Anas dan Andi sebagai pasangan Cagub dan Cawagub dulu, Golkar tidak berkoalisi dengan partai manapun.

Didalam tubuh Golkar sendiri tidak kekurangan tokoh, banyak kadernya yang cakap dan layak untuk diajukan sebagai calon wagub, dari kalangan politisi ada Ruspan Aman, Erizal Muluk, dan lain-lain, kemudian dari kalangan birokrat ada Ahmadsyah Harropi, mantan ketua DPD KNPI yang juga pernah berkiprah di Golkar, dan masih banyak lagi nama lain yang bila diukur dari segi kemampun dan jam terbangnya, juga tidak kalah dari tokoh partai lain.

Mengingat banyaknya figure yang mumpuni ditubuh Golkar, maka akan menjadi sesuatu yang aneh bila Golkar mengajukan nama tokoh dari partai lain sebagai calon.  Ini merupakan sesuatu yang tak lazim bagi Golkar, bahkan berpotensi menimbulkan perpecahan ditubuh Golkar itu sendir Sebagai sebuah partai besar yang meraup kemenangan pada setiap pemilu di Riau ini,


Golkar pasti sudah menghitung dengan cermat akan untung ruginya secara politik. Golkar tentu tidak ingin kehilangan peluang untuk meraih sukses pada pemilu yang akan datang.  Bagi Golkar, kepercayaan masyarakat pemilih dan semangat juang kadernya adalah sesuatu yang harus dijaga, dengan baik dan tidak akan mereka rusak dengan sikap keliru dalam menentukan calon Wagub kali ini. Selamat berpikir

0 comments: