Setelah Andi Rahman
dilantik sebagai Gubernur Riau, maka pekerjaan yang tersisa adalah menentukan
figure yang akan mendampingi beliau sebagai wakil gubernur, aturan
perundang-undangan menegaskan bahwa penetapan wakil gubernur harus dilakukan
selambat-lambatnya 14 hari setelah gubernur defenitif dilantik.
Lowongnya kursi wakil
gubernur ini telah menjadi topik perbincangan hangat bagi masyarakat Riau,
mulai dari gedung bertingkat sampai kewarung kopi. Sejumlah namapun mulai
bermunculan, dan dengan dalih ingin membangunan Riau kedepan, nama-nama itu
berkibar bak bendera ditiup angin.
Adalah seorang Kordias
Pasaribu yang secara terang-terangan mengaku berharap bisa menjadi pendamping
Arsyadjulian Rachman, menjadi Wakil Gubernur Riau. “Lumrahkan, partai politik mengincar
posisi kekuasaan. Karena itu memang menjadi target kegiatan politik. Demikian
juga dengan PDIP, kalau memang memungkinkan, kami akan sangat senang jika
digandeng Pak Gubernur untuk bersama-sama membangun Riau,” ujar ketua DPD PDIP
Propinsi Riau itu, sebagaimana diberitakan oleh riauterkini.com di Pekanbaru,
Kamis (26/5/16).
Meskipun demikian,
Kordias sadar sesadar-sadarnya bahwasanya kursi Wagub itu sepenuhnya milik
Golkar, Partai dengan lambang Pohon Beringin inilah yang berhak menentukan
siapa tokoh yang diajukan sebagai calon Wagub Riau. Karena pada saat
mencalonkan Anas dan Andi sebagai pasangan Cagub dan Cawagub dulu, Golkar tidak
berkoalisi dengan partai manapun.
Didalam tubuh Golkar
sendiri tidak kekurangan tokoh, banyak kadernya yang cakap dan layak untuk
diajukan sebagai calon wagub, dari kalangan politisi ada Ruspan Aman, Erizal
Muluk, dan lain-lain, kemudian dari kalangan birokrat ada Ahmadsyah Harropi,
mantan ketua DPD KNPI yang juga pernah berkiprah di Golkar, dan masih banyak
lagi nama lain yang bila diukur dari segi kemampun dan jam terbangnya, juga
tidak kalah dari tokoh partai lain.
Mengingat banyaknya
figure yang mumpuni ditubuh Golkar, maka akan menjadi sesuatu yang aneh bila
Golkar mengajukan nama tokoh dari partai lain sebagai calon. Ini
merupakan sesuatu yang tak lazim bagi Golkar, bahkan berpotensi menimbulkan
perpecahan ditubuh Golkar itu sendir Sebagai sebuah partai besar yang meraup
kemenangan pada setiap pemilu di Riau ini,
Golkar pasti sudah
menghitung dengan cermat akan untung ruginya secara politik. Golkar tentu tidak
ingin kehilangan peluang untuk meraih sukses pada pemilu yang akan
datang. Bagi Golkar, kepercayaan masyarakat pemilih dan semangat juang
kadernya adalah sesuatu yang harus dijaga, dengan baik dan tidak akan mereka
rusak dengan sikap keliru dalam menentukan calon Wagub kali ini. Selamat
berpikir

0 comments:
Post a Comment