Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya

Peringatan Untuk Ahok

Written By lungbisar.blogspot.com on Monday, January 23, 2017 | 4:05 PM

Apa yang diucapkan Ahok dihadapan masyarakat dikepulauan Seribu beberapa hari yang lalu merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh ummat Islam, bukan hanya ummat Islam DKI tapi mungkin Ummat Islam didunia.
Bagi Ummat Islam Indonesia yang berada diluar DKI Jakarta, tidak bisa ikut campur urusan pemilukada DKI, apakah Ahok yang akan terpilih menjadi Gubernur atau tidak sepenuhnya menjadi urusan masyarakat DKI untuk menentukan pilihannya, kalau mereka memang suka Ahok yang katanya anti korupsi ya silakan.
Akan halnya Ahok merupakan seorang warga Negara keturunan Tionghoa juga bukan urusan kaum Muslimin, itu adalah takdir dirinya dari yang maha pencipta, tidak ada seorangpun yang bisa menentukan agar dia dilahirkan sebagai etnis tertentu, dan dalam ajaran Islam juga ditegaskan Etnis dan keturunan bukanlah jaminan seseorang itu menjadi baik.
Demikian juga dengan keyakinan Ahok yang bukan Islam, kami hargai sebagai suatu pilihan, tak seorangpun diantara kami yang memaksa Ahok untuk menganut agama tertentu, dan dengan tegas Islam mengajarkan ummatnya untuk  mengatakan “Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” Tetapi ketika Ahok mencibir ummat Islam yang menyampaikan isi kandungan Alqur’an, maka urusannya menjadi lain, dia tidak lagi berhadapan dengan warga DKI tetapi berhadapan langsung dengan seluruh Ummat Islam.
Anjuran untuk memilih pemimpin yang seiman dengan menggunakan Ayat Alqur’an sebagai dasarnya tidak bisa dianggap sebagai suatu pembodohan. Apa yang mereka lakukan itu merupakan ibadah, karena Islam menganjurkan agar saling mengingatkan dengan sabar dalam kebaikan.
Menyampaikan pesan yang terkandung dalam alqur’an itu suatu kewajiban bagi ummat Islam. Ini adalah keyakinan ummat Islam yang tidak bisa dicampuri oleh orang lain, apatah lagi menganggapnya sebagai suatu pembodohan. Anggapan seperti itu adalah sebuah kekeliruan dan karena sudah terlanjur diucapkan kepublik, maka sarankan kepada Ahok, segera minta maaf agar persoalan ini tidak melebar menjadi isu sara yang merugikan banyak pihak.

Jika Ahok masih saja bersikap arogan, menganggap bahwa tidak ada yang salah dengan ucapannya dan mersa tidak perlu minta maaf dikhawatirkan nanti akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Ummat Islam tentu tidak akan tinggal diam atas kejadian ini, akan ada perhitungan yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dinegara ini, Ahok bersiap-siaplah untuk menerima resikonya.

0 comments: