Apa
yang diucapkan Ahok dihadapan masyarakat dikepulauan Seribu beberapa hari yang
lalu merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh ummat Islam, bukan hanya
ummat Islam DKI tapi mungkin Ummat Islam didunia.
Bagi
Ummat Islam Indonesia yang berada diluar DKI Jakarta, tidak bisa ikut campur
urusan pemilukada DKI, apakah Ahok yang akan terpilih menjadi Gubernur atau
tidak sepenuhnya menjadi urusan masyarakat DKI untuk menentukan pilihannya,
kalau mereka memang suka Ahok yang katanya anti korupsi ya silakan.
Akan
halnya Ahok merupakan seorang warga Negara keturunan Tionghoa juga bukan urusan
kaum Muslimin, itu adalah takdir dirinya dari yang maha pencipta, tidak ada
seorangpun yang bisa menentukan agar dia dilahirkan sebagai etnis tertentu, dan
dalam ajaran Islam juga ditegaskan Etnis dan keturunan bukanlah jaminan
seseorang itu menjadi baik.
Demikian
juga dengan keyakinan Ahok yang bukan Islam, kami hargai sebagai suatu pilihan,
tak seorangpun diantara kami yang memaksa Ahok untuk menganut agama tertentu,
dan dengan tegas Islam mengajarkan ummatnya untuk mengatakan “Bagimu
agamamu, bagiku agamaku.” Tetapi ketika Ahok mencibir ummat Islam yang
menyampaikan isi kandungan Alqur’an, maka urusannya menjadi lain, dia tidak
lagi berhadapan dengan warga DKI tetapi berhadapan langsung dengan seluruh
Ummat Islam.
Anjuran
untuk memilih pemimpin yang seiman dengan menggunakan Ayat Alqur’an sebagai
dasarnya tidak bisa dianggap sebagai suatu pembodohan. Apa yang mereka lakukan
itu merupakan ibadah, karena Islam menganjurkan agar saling mengingatkan dengan
sabar dalam kebaikan.
Menyampaikan
pesan yang terkandung dalam alqur’an itu suatu kewajiban bagi ummat Islam. Ini
adalah keyakinan ummat Islam yang tidak bisa dicampuri oleh orang lain, apatah
lagi menganggapnya sebagai suatu pembodohan. Anggapan seperti itu adalah sebuah
kekeliruan dan karena sudah terlanjur diucapkan kepublik, maka sarankan kepada
Ahok, segera minta maaf agar persoalan ini tidak melebar menjadi isu sara yang
merugikan banyak pihak.
Jika
Ahok masih saja bersikap arogan, menganggap bahwa tidak ada yang salah dengan
ucapannya dan mersa tidak perlu minta maaf dikhawatirkan nanti akan menjadi
bumerang bagi dirinya sendiri. Ummat Islam tentu tidak akan tinggal diam atas
kejadian ini, akan ada perhitungan yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dinegara ini, Ahok bersiap-siaplah untuk menerima resikonya.
0 comments:
Post a Comment