Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya

Menolak Ahok

Written By lungbisar.blogspot.com on Monday, January 23, 2017 | 4:17 PM

Aksi masyarakat Jakarta menolak kehadiran Ahok semakin menjadi-jadi, bahkan Polda Metro Jaya mengaku telah mengingatkan tim pemenangan Ahok-Djarot bahwa ada sekelompok orang yang akan menolak kampanye calon petahana itu "Sudah mengingatkan beberapa kali, termasuk yang di Kebon Jeruk kita sudah ingatkan terjadi penolakan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Awi Setiyono sebagaimana dikutip oleh beberapa media ibu kota.
Apakah penolakan ini murni timbul dari masyarakat itu sendiri atau akibat dari hasil provokasi pihak tertentu yang tidak suka terhadap Ahok. Atau bisa juga disebabkan oleh lambannya proses hukum atas kasus dugaan penistaan Agama yang dilakukan Ahok. Semuanya serba mungkin terjadi, karena politik itu mutlah dinamis dan memunculkan banyak alasan untuk melakukan sesuatu.
Yang tau pasti alasannya hanyalah masyarakat Jakarta sendiri, namun satu hal yang harus dipahami adalah bahwa sebagai calon gubernur Ahok memiliki hak untuk berkampanye, tidak seorangpun yang bisa menghalangi dan menolaknya, termasuk pihak kepolisian, meskipun itu atas pertimbangan kemanan.
Kerasnya penolakan warga ini mendapat tanggapan serius dari tim pemenangan pasangan Ahok – Jarot, situasi yang tidak menguntungkan ini tidak membuat surut langkah mereka untuk berkampanye, mereka tetap menjadwalkan kegiatan meskipun daerah yang mereka kunjungi sangat rawan dan berpotensi menimbulkan kericuhan.
Akibatnya suasana ditempat tertentu jadi mencekam, seperti saat mereka akan berkampanye di Kedoya Utara, Jakarta Barat, 300 polisi bersenjata lengkap dikerahkan untuk mengamankan Ahok. Selain ratusan personel kepolisian, terlihat pula sejumlah kendaraan taktis yang terdiri dari mobil barracuda, mobil gas air mata serta mobil water cannon.
Polisi tentu tidak bisa disalahkan, mereka tidak mau mengambil resiko dalam rangka tugas pengamanan calon gubernur. Tapi pengamanan yang sedemikian rupa ini juga berdampak buruk, setidak-tidaknya telah menimbulkan kemacetan, bahkan bisa menimbulkan kesan bahwa polisi sudah dikendalikan oleh Ahok.
Menyikapi keadaan yang seperti ini, selayaknya tim pemenangan Ahok – Jarot hendaknya bersikap bijak dan arif, kembali membuat pemetaan ulang, tidak terlalu ngotot untuk tetap berkampanye didaerah yang melakukan penolakan. Tim seharusnya bisa membuat terobosan baru dimana penyampaian program dan gagasan tidak perlu harus bertatap muka, bisa dilakukan dengan cara lain, seumpamanya dengan menggunakan teman Ahok yang jumlahnya cukup banyak itu.
Tim juga harus bisa meyakinkan Ahok dan Jarot bahwa dari pada menimbulkan komplik lebih baik tidak usah berkampanye, bagaimanapun kelompok yang menolak kehadiran mereka itu adalah bagian dari mereka juga, warga Jakarta yang pernah dipimpin Ahok, jadi menjaga kedamaian itu lebih penting dari segala-galanya.
Sebaliknya warga Jakarta yang menolak Ahok, seharusnya bisa bersikap arif dan bijak, melakukannya dengan cara yang elegan, tetap menjaga keamanan dan kedamaian ditengah riuhnya menyambut pesta demokrasi.

Tidak perlu bergerombolan menghadang Ahok dan tidak perlu berkoar-koar melarang Ahok hadir kelingkungannya. Penolakan itu semestinya cukup dilakukan dengan cara tidak menghadiri kampanye dari pasangan tersebut dan berlanjut dengan memilih calon yang lain pada saat berada didalam bilik suara nanti.

0 comments: