Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya

Calon Wagub Riau (2)

Written By lungbisar.blogspot.com on Friday, January 20, 2017 | 2:48 PM

Topik yang paling banyak diperbincangkan oleh masyarakat Riau saat ini  adalah soal calon wakil Gubernur Riau. Andi Rahman selaku pemegang terjau kuasa dari Partai Golkar di Riau yang juga Gubernur Riau, telah mengusulkan dua nama “Ahmad Kuadrat” yang satu Ansar Ahmad dan satunya lagi Ahmad Syah Harrofie.

Pengajuan nama tersebut tentu sudah melalui berbagai pertimbangan, Golkar sebagai satu-satunya partai yang berhak mengajukan nama calon wagub, tentu sudah mempertimbangkan buruk baik, dan untung ruginya mengajukan nama-nama tersebut. Buruk baik bagi masyarakat tempatan dan untung ruginya bagi Partai itu sendiri. Ansar Ahmad kini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kepri, mantan Bupati Bintan serta pernah mencalonkan diri sebagai Wagub Kepri namun kalah.

Sementara Ahmad Syah Harofie adalah mantan ketua Ketua DPD KNPI Riau yang kini menjabat sebagai Asisten I Setda Prov, dan sebelumnya beliau juga pernah dipercaya sebagai PJ  Bupati Bengkalis. Munculnya nama Ansar Ahmad ini sungguh menjadi sebuah tanda Tanya besar bagi masyarakat Riau, statusnya sebagai mantan Bupati Bintan dan ketua DPD Golkar di Kepulauan Riau membuat masyarakat Riau mempertanyakan apakah sudah tidak ada lagi tokoh yang layak di Riau ini sehingga Golkar memandang perlu mendatangkan orang dari tempat lain.

Jika yang didatangkan ke Riau itu adalah tokoh dengan kwalitas diatas rata-rata, barangkali masyarakat akan menerimanya dengan lapang dada dan tangan terbuka. Orang Riau, dari dulu memang sudah terbiasa menerima pemimpin dari daerah lain, dan itu berlangsung dengan damai. Akan halnya nama Ansar Ahmad, menjadi sebuah catatan tersendiri bagi masyarakat Riau, dia bukan tokoh tempatan, kwalitasnya juga tidak terlalu melebihi tokoh yang ada di Riau, meskipun menjadi ketua DPD Golkar di Kepri tapi dalam pemilukada yang lalu, beliau kalah sebagai calon wagub.

Kekakalahan Ansar dalam pemilukada itu telah menjadi catatan penting bagi masyarakat Riau, dimana tokoh yang tidak terpilih ditempatnya sendiri, diberikan oleh DPP Golkar sebagai Cawagub diprovinsi Riau. Apakah dengan pengusulan namanya ini, Golkar ingin menjadikan Riau sebagai tempat penampungan ?


Bagaimanapun, keputusan akhirnya berada ditangan wakil rakyat yang ada di DPRD Provinsi Riau, merekalah nantinya yang akan menentukan pilihan, siapa diantara calon itu yang layak dipilih, semoga saja wakil rakyat Riau itu mau menggunakan menggunakan hati nuraninya, mampu menolak loby politik dari berbagai pihak, dan kuat menahan tekanan dari pusat Partai yang memiliki kepentingan lain terhadap negeri ini.

0 comments: