Topik yang paling
banyak diperbincangkan oleh masyarakat Riau saat ini adalah soal calon
wakil Gubernur Riau. Andi Rahman selaku pemegang terjau kuasa dari Partai
Golkar di Riau yang juga Gubernur Riau, telah mengusulkan dua nama “Ahmad
Kuadrat” yang satu Ansar Ahmad dan satunya lagi Ahmad Syah Harrofie.
Pengajuan nama tersebut
tentu sudah melalui berbagai pertimbangan, Golkar sebagai satu-satunya partai
yang berhak mengajukan nama calon wagub, tentu sudah mempertimbangkan buruk
baik, dan untung ruginya mengajukan nama-nama tersebut. Buruk baik bagi
masyarakat tempatan dan untung ruginya bagi Partai itu sendiri. Ansar Ahmad
kini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kepri, mantan Bupati Bintan serta pernah
mencalonkan diri sebagai Wagub Kepri namun kalah.
Sementara Ahmad Syah
Harofie adalah mantan ketua Ketua DPD KNPI Riau yang kini menjabat sebagai
Asisten I Setda Prov, dan sebelumnya beliau juga pernah dipercaya sebagai PJ
Bupati Bengkalis. Munculnya nama Ansar Ahmad ini sungguh menjadi sebuah
tanda Tanya besar bagi masyarakat Riau, statusnya sebagai mantan Bupati Bintan
dan ketua DPD Golkar di Kepulauan Riau membuat masyarakat Riau mempertanyakan
apakah sudah tidak ada lagi tokoh yang layak di Riau ini sehingga Golkar
memandang perlu mendatangkan orang dari tempat lain.
Jika yang didatangkan
ke Riau itu adalah tokoh dengan kwalitas diatas rata-rata, barangkali
masyarakat akan menerimanya dengan lapang dada dan tangan terbuka. Orang Riau,
dari dulu memang sudah terbiasa menerima pemimpin dari daerah lain, dan itu
berlangsung dengan damai. Akan halnya nama Ansar Ahmad, menjadi sebuah catatan
tersendiri bagi masyarakat Riau, dia bukan tokoh tempatan, kwalitasnya juga
tidak terlalu melebihi tokoh yang ada di Riau, meskipun menjadi ketua DPD
Golkar di Kepri tapi dalam pemilukada yang lalu, beliau kalah sebagai calon
wagub.
Kekakalahan Ansar dalam
pemilukada itu telah menjadi catatan penting bagi masyarakat Riau, dimana tokoh
yang tidak terpilih ditempatnya sendiri, diberikan oleh DPP Golkar sebagai
Cawagub diprovinsi Riau. Apakah dengan pengusulan namanya ini, Golkar ingin
menjadikan Riau sebagai tempat penampungan ?
Bagaimanapun, keputusan
akhirnya berada ditangan wakil rakyat yang ada di DPRD Provinsi Riau, merekalah
nantinya yang akan menentukan pilihan, siapa diantara calon itu yang layak
dipilih, semoga saja wakil rakyat Riau itu mau menggunakan menggunakan hati
nuraninya, mampu menolak loby politik dari berbagai pihak, dan kuat menahan
tekanan dari pusat Partai yang memiliki kepentingan lain terhadap negeri ini.

0 comments:
Post a Comment