Setelah
melalui proses pembicaraan yang panjang Koalisi Cikeas sepakat untuk mengusung
pasangan Agus-Sylviana sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI
Jakarta.
Sebelumnya
Zulkifli Hasan, menyampaikan akan ada kejutan dari Cikeas, lalu merekapun
berkumpul dengan sejawatnya dari PPP dan PKB, berembuk hingga tengah malam, dan
hasilnya benar-benar membuat public menjadi terkejut.
Beberapa
hari sebelumnya kabar pencalonan AGUS sudah mulai dihembuskan oleh keluarga
besar Partai Demokrat. Tapi tidak terlalu mendapat sambutan dari publik, semula
dikira ini hanya rumor politik, canda untuk menyegarkan pikiran ditengah
kekalutan tokoh-tokoh partai mencari figure yang kuat untuk melawan calon
petahana.
Tapi
demikianlah kenyataannya, pencalonan ini tidak hanya menjadi kerja Partai
Demokrat sendiri, tetapi didukung oleh tiga partai lainnya, yakni PAN, PKB dan
PPP. Dukungan ini dapat dilihat dengan hadirnya Ketum PKB Muhaimin Iskandar,
Ketum PPP Romahurmuziy dan para petinggi empat parpol yakni Waketum PD Syarief
Hasan, Amir Syamsuddin, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen PPP Arsul
Sani, Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan, saat nama Agus diumumkan.
Bahkan
dengan penuh semangatnya Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan pasangan ini
cukup ideal untuk menjawab kebutuhan masyarakat DKI Jakarta.
"Dengan
berbagai pertimbangan, kebutuhan mewujudkan ketenangan di masyarakat, maka
kombinasi generasi muda dan tangguh, fresh dipadu oleh seorang Ibu Sylviana.
Maka dari itu disepakati pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni
dengan tema Jakarta untuk Rakyat," tutur Muhaimin.
Kita
tidak tau kemana arah pernyataan Muhaimin ini, apakah ini benar-benar ikhlas
untuk menjadikan Agus sebagai calon Gubernmur DKI atau hanya sebagai pemanis
bibir untuk menyenangkan hati keluarga Cikeas saja.
Kehadiran
Agus Harimurti Yudhoyono, memang tidak boleh dipandang sebelah mata, dia anak
pintar yang selalu tampil didepan dan memiliki banyak prestasi, baik semasa
masih dalam pendidikan maupun setelah bertugas sebagai tentara aktif. Segudang
prestasi belajar dan tanda kepangkatan dia punya.
Berdasarkan
informasi yang dihimpun, sejak lulus SMPN 5 Bandung, Agus masuk di SMA Taruna
Nusantara di Magelang pada 1994. Saat itu bakat kepemimpinannya sudah muncul. Dia
dipercaya sebagai Ketua OSIS. Bahkan, saat lulus pada 1997 dia mendapat
predikat lulusan terbaik.
Ketika
melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer. dia terpilih menjadi Komandan
Resimen Korps Taruna Akademi Militer pada tahun 1999, lulus sebagai yang
terbaik dengan meraih medali Adhi Makayasa pada Desember 2000. Dia juga lulus
terbaik untuk Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan Kursus Combat Intel pada
tahun 2001.
Tapi
itu saja tentu tidak cukup, pertarungan dalam pemilukada membutuhkan banyak
syarat yang tak dapat dikesampingkan, salah satunya adalah pengabdian pada
kepentingan masyarakat dan populartitas, kedua factor ini berkait erat menjadi
satu kesatuan.
Populer
karena pencitraan atau factor keturunan belum tentu diterima dengan baik, karena masyarakat
pemilih terutama pemilih di Jakarta bukanlah orang-orang bodoh yang bisa
dicekoki dengan polesan belaka.
Sementara
itu keberadaan Agus selama ini hanya dikenal sebagai anak presiden, pengabdiannya
ditengah masyarakat belum terlihat dan
kepemimpinannya belum teruji sama sekali. Segunung prestasi itu hanya ada dalam
catatan keluarga Cikeas tapi tidak terekam dalam benak masyarakat.
Justeru
karenanya, kita patut menyangsikan koalisi Cikeas ini bakal mampu bertarung
melawan AHOK yang memang sejak awal sudah diperhitungkan sebagai kekuatan besar
yang sulit ditaklukkan. Dan barangkali orang yang paling gembira menyambut
kehadiran pasangan dari Cikeas ini adalah Ahok dan seluruh tim nya. Mereka akan
terkekeh-kekeh ketawa, melepas kegirangannya karena apa yang dihasilkan oleh
Koalisi Cikeas bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan, tetapi mungkin seperti Ayam
Sayur yang empuk dilahap.
0 comments:
Post a Comment