Diceritakan oleh guru
saya, bahwa pada masa dahulu kala ada seorang lelaki yang bernama BADU ATAI,
kerjanya suka menjadi Pahlawan Kesiangan yang terkadang dalam istilah lain
disebut suka menari diladang orang.
Merasa diri paling
hebat, membual kian kemari yang dalam istilah kekinian disebut melakukan
pencitraan, itulah perangainya. Suatu ketika dikampung tempat tinggalnya, ada
seekor Harimau berkeliaran kesana kemari, memangsa hewan piaraan dan membuat
orang sekampung menjadi resah dan ketakutan.
Pasar menjadi lengang
dan suasananya makin mencekam bila malam tiba, kampung menjadi sunyi bagaikan
tak berpenghuni. Parahnya lagi, Harimau ganas itu bermain-main disekitar rumah
Badu Atai, berjalan mengitari dan sekali-kali melintas dibawah kolong rumahnya,
hal ini mebuat Badu Atai semakin kecut nyalinya, menggigil ketakutan dan
bersembunyi dibalik kelambu.
Harimau itu terus
mengaum, gemuruh suaranya membuat jantung orang mendengarnya berdenyut lebih
cepat, mondar mandir dibawah kolong rumah Badu Atai. Isteri Badu Atai
memasang strategi, menyiapkan air panas mendidih ditungku dapur rumahnya,
ketika Harimau itu melintas dia langsung menyiramkan air tersebut, Harimau itu
kaget dan kepanasan, melompat seketika dan kepalanya membentur batang Kelapa,
lalu mati tak berdaya.
Mendengar kabar dari
isterinya bahwa sang Harimau sudah mati, Badu Atai bergegas keluar dari dalam
kelambunya, lalu dengan lagak gayanya mengumumkan kepada halayak ramai bahwa
Harimau yang menakutkan itu sudah mati ditangannya, dan seluruh penduduk
kampung merasa terkagum-kagum kepada dirinya. Itulah sekelumit kisah yang
dulu pernah dikisahkan oleh guru saya, dan kini sepenggalan kisah itu seakan
muncul kembali.
Manakala kita melihat sepak terjang dan tingkah laku para politisi dan Birokrat kita saat ini, maka kisah ini kembali bermain dilaman ingatan, meskipun dunia makin
canggih, ternyata tipu daya pencitraan ala Badu Atai masih tetap saja
dipergunakan orang yang senantiasa tampil sebagai pahlawan kesiangan.
Tertumpang Salam buat guru H. Muhammad Khutbah Arrafie di Kec. Mandau Duri
Tertumpang Salam buat guru H. Muhammad Khutbah Arrafie di Kec. Mandau Duri

0 comments:
Post a Comment