Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya

Badu Atai, Pahlawan Kesiangan

Written By lungbisar.blogspot.com on Thursday, January 19, 2017 | 1:03 PM

Diceritakan oleh guru saya, bahwa pada masa dahulu kala ada seorang lelaki yang bernama BADU ATAI, kerjanya suka menjadi Pahlawan Kesiangan yang terkadang dalam istilah lain disebut suka menari diladang orang.
Merasa diri paling hebat, membual kian kemari yang dalam istilah kekinian disebut melakukan pencitraan, itulah perangainya. Suatu ketika dikampung tempat tinggalnya, ada seekor Harimau berkeliaran kesana kemari, memangsa hewan piaraan dan membuat orang sekampung menjadi resah dan ketakutan.
Pasar menjadi lengang dan suasananya makin mencekam bila malam tiba, kampung menjadi sunyi bagaikan tak berpenghuni. Parahnya lagi, Harimau ganas itu bermain-main disekitar rumah Badu Atai, berjalan mengitari dan sekali-kali melintas dibawah kolong rumahnya, hal ini mebuat Badu Atai semakin kecut nyalinya, menggigil ketakutan dan bersembunyi dibalik kelambu.
Harimau itu terus mengaum, gemuruh suaranya membuat jantung orang mendengarnya berdenyut lebih cepat, mondar mandir dibawah kolong rumah Badu Atai.  Isteri Badu Atai memasang strategi, menyiapkan air panas mendidih ditungku dapur rumahnya, ketika Harimau itu melintas dia langsung menyiramkan air tersebut, Harimau itu kaget dan kepanasan, melompat seketika dan kepalanya membentur batang Kelapa,  lalu mati tak berdaya.
Mendengar kabar dari isterinya bahwa sang Harimau sudah mati, Badu Atai bergegas keluar dari dalam kelambunya, lalu dengan lagak gayanya mengumumkan kepada halayak ramai bahwa Harimau yang menakutkan itu sudah mati ditangannya, dan seluruh penduduk kampung merasa terkagum-kagum kepada dirinya. Itulah sekelumit kisah  yang dulu pernah dikisahkan oleh guru saya, dan kini sepenggalan kisah itu seakan muncul kembali.
Manakala kita melihat sepak terjang dan tingkah laku para politisi dan Birokrat kita saat ini, maka kisah ini kembali bermain dilaman ingatan, meskipun dunia makin canggih, ternyata tipu daya pencitraan ala Badu Atai masih tetap saja dipergunakan orang yang senantiasa tampil sebagai pahlawan kesiangan. 
Tertumpang Salam buat guru H. Muhammad Khutbah Arrafie di Kec. Mandau Duri

0 comments: