Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya

AHOK Siapa sih Dia

Written By lungbisar.blogspot.com on Friday, January 20, 2017 | 2:54 PM

Pemilukada DKI yang akan berlangsung tahun depan nampaknya sangat menyita waktu dan menguras tenaga bangsa ini. Ahok yang menjadi figure sentralnya seakan lumat dibibir semua orang, media seakan berloba-lomba memberitakan setiap gerak gerik dan sepak terjangnya, para politisi bersitegang urat leher memuja dan mencibir Ahok, padahal dia hanyalah seorang Gubernur yang naik secara kebetulan menggantikan Gubernur definitive yang terpilih sebagai presiden.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pasangan Cagub DKI waktu itu memenangkan pilkada bukanlah karena Faktor Ahok, tapi  karena factor Jokowinya yang lebih dominan, dan Jika Jokowi tidak terpilih jadi presiden, nasib Ahok belum tentu seperti sekarang ini, mungkin saja dia hanya seorang wakil gubernur sampai priode.

Ahok juga tidak memiliki prestasi yang pantas diacungkan jempol, selama menjadi Gubernur tidak ada perubahan yang berarti di Jakarta, waktu hujan tetap saja banjir, dan kemacetan lalu lintas semakin parah. Yang mencuat kepermukaan malah perseteruannya dengan kalangan politisi, debat kusir soal reklamasi dan carut marutnya soal ganti rugi Sumber waras. Ahok belum bisa disebut berhasil memimpin Jakarta, meskipun sesungguhnya dia juga tidak bisa disebut gagal, yang menonjol darinya hanyalah kata-kata kotor berhamburan secara dari mulutnya.

Kami yang berada didaerah, jauh dari pusat pemerintahan bukannya membenci AHOK, tapi perbincangan tentang Ahok ini sudah sangat keterlaluan, dan membuat kami muakdan mual seperti hendak muntah. Tai kuping masyarakat didaerah menari-nari kegatalan, apa sih istimewanya AHOK ini, sehingga bangsa ini lupa akan hal-hal penting yang seharusnya menjadi pemikiran bersama.

Bangsa ini menghadapi tiga persoalan besar yang menuntut kerja keras dan ikhlas untuk dipikirkan, terutama dalam hal merefleksi kembali makna kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Soekarno Hatta pada 71 tahun yang lalu.

Ketiga persoalan tersebut adalah, Korupsi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial, persoalan ini berkait erat antara satu sama lainnya, dan memberi signal kepada kita untuk tidak terlena. Korupsi menimbulkankan ketimpangan sosial, disatu pihak menyebabkan orang perorangan menjadi kaya raya dan berkecukupan dipihak lain membuat rakyat jadi miskin dan sengsara.

Perhitungan Index Kemiskinan Multidimensi pada tahun 2014 tercatat sebanyak 80 juta penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Demikian juga dengan tingkat kesenjangan sosial, data dari Rasio GINI menempatkan posisi Indonesia sejajar dengan beberapa negara yang tergolong sebagai negara-negara kurang berkembang  (least developed countries)

Rakyat menuntut perhatian serius dari segenap penyelengara negara, untuk menyelesaikan persoalan ini, paling tidak ada upaya untuk menguranginya, Pilkada DKI memang penting, menjadi barometer bagi daerah lain, tapi jangan sampai urusan AHOK dan DKI dijadikan sebagai isu utama sehingga persoalan lain menjadi terabaikan, ingatlah bahwa republic ini sangat luas membentang dari Sabang sampai Merauke, dihuni oleh penduduk yang jumlahnya jauh lebih besar dari warga kota Jakarta, kesemuanya itu menuntut perhatian serius dari pemerintah pusat.


Ahok, siapa sih dia ?

0 comments: