Reshufle Kabinet kali ini meninggalkan kisah tersendiri, yakni terbangnya Rizal
Ramli yang biasa dipanggil sebagai Rajawali Ngepret. Menteri Koordinator Kemaritiman yang dilantik
pada 12 Agustus 2015, harus lengser dari jabatannya dan digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.
Bagi Rizal, jabatan
menteri bukanlah sesuatu
yang baru, di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dia pernah jadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan
menteri Keuangan. Tak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan
Urusan Logistik (Bulog).
Pada reshufle jilid I dia masuk sebagai anggota kabinet Kerja menggantikan Indroyono Susilo, sebagai Menko Kemaritiman. Beberapa hari setelah dilantik namanya langsung berkibar, Rizal membuat berbagai gebrakan. Sepak terjangnya menjadi perhatian publik karena dianggap berani mengambil resiko, seperti menerobos tembok Pelindo Tg. Priok untuk memulihkan kembali rel kereta api masuk pelabuhan.
Sikapnya yang tidak kenal kompromi dan terkesan kontroversial membuat dia kerap bersinggungan dengan pejabat yang
lain. Belakangan mencuat pula perseteruannya
dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama soal reklamasi.
Ketika
ingin membersihkan sesuatu yang tidak beres, dia mengaku menggunakan jurus rajawali ngepret,
sebutan itu melekat pada dirinya yang
dijuluki sebagai Rajawali Ngepret
atau Raja Ngepret.
Hari ini, jurus ngepretnya itu terpaksa disimpan rapi
dalam kotak pandora, jabatan menteri yang didudukinya selama 11 bulan itu
berakhir sudah dengan adanya reshufle kabinet jilid 2 ini. Rizal diganti posisinya oleh Luhut Pandjaitan, orang dekat Jokowi yang sebelumnyamenjabat sebagai Menteri
Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.
Sama dengan reshufle kabinet jilid 1, alasan pergantian
menteri kali ini dimaksudkan Presiden
Joko untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Presiden menginginkan para pembantunya berhimpun
menjadi sebuah tim yang solid, saling mendukung satu sama lain, memiliki semangat kerja yang tinggi.
"Agar kabinet kerja bisa lebih cepat, progresif, bekerja
dalam tim yang solid, dan saling mendukung dalam waktu yang secepat-cepatnya.
Atas pertimbangan ini Presiden dan Wapres memutuskan perombakan kabinet yang
kedua," kata Presiden
Jokowi.
Tapi kalau dilihat dari wajah-wajah yang keluar masuk
dalam kabinet ini, tidak semuanya bisa dianggap segaris dengan apa yang
diucapkan presiden, pertimbangan untuk mengakomodir keinginan parpol pendukung
juga masih terlihat, selain itu menteri yang menurut publik seharusnya diganti
karena tidak jelas kerjanya juga masih tetap bertahan dalam kabinet ini.
Sore ini presiden langsung memimpin rapat kabinet, si
Rajawali Ngepret tentunya sudah tidak ikut lagi, barangkali dia sedang
melayang-layang diudara, mengibaskan sayap-sayapnya yang lincah berkepak, atau
juga dia sedang duduk merenungkan bahwa mengabdi untuk kepentingan rakyat
secara utuh itu amatlah sulitnya.

0 comments:
Post a Comment