Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya

Terbanglah Rajawali Ngepret

Written By lungbisar.blogspot.com on Friday, January 20, 2017 | 2:51 PM

Reshufle Kabinet kali ini meninggalkan kisah tersendiri, yakni terbangnya Rizal Ramli yang biasa dipanggil sebagai Rajawali Ngepret. Menteri Koordinator Kemaritiman yang  dilantik pada 12 Agustus 2015, harus lengser dari jabatannya dan digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Bagi Rizal, jabatan menteri bukanlah sesuatu yang baru, di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dia pernah jadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan menteri Keuangan. Tak hanya itu, dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog).


Pada reshufle jilid I dia masuk sebagai anggota kabinet Kerja menggantikan Indroyono Susilo, sebagai Menko Kemaritiman. Beberapa hari setelah dilantik namanya langsung berkibar, Rizal membuat berbagai gebrakan. Sepak terjangnya menjadi perhatian publik karena dianggap berani mengambil resiko, seperti menerobos tembok Pelindo Tg. Priok untuk memulihkan kembali rel kereta api masuk pelabuhan.

Sikapnya yang tidak kenal kompromi dan terkesan kontroversial membuat dia kerap bersinggungan dengan pejabat yang lain. Belakangan mencuat pula perseteruannya dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama soal reklamasi.

Ketika ingin membersihkan sesuatu yang tidak beres, dia mengaku menggunakan jurus rajawali ngepret, sebutan itu melekat pada dirinya yang dijuluki sebagai Rajawali Ngepret atau Raja Ngepret.

Hari ini, jurus ngepretnya itu terpaksa disimpan rapi dalam kotak pandora, jabatan menteri yang didudukinya selama 11 bulan itu berakhir sudah dengan adanya reshufle kabinet jilid 2 ini. Rizal diganti posisinya oleh Luhut Pandjaitan, orang dekat Jokowi yang sebelumnyamenjabat sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Sama dengan reshufle kabinet jilid 1, alasan pergantian menteri kali ini dimaksudkan Presiden Joko untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Presiden menginginkan para pembantunya berhimpun menjadi sebuah tim yang solid, saling mendukung satu sama lain, memiliki semangat kerja yang tinggi.

"Agar kabinet kerja bisa lebih cepat, progresif, bekerja dalam tim yang solid, dan saling mendukung dalam waktu yang secepat-cepatnya. Atas pertimbangan ini Presiden dan Wapres memutuskan perombakan kabinet yang kedua," kata Presiden Jokowi.

Tapi kalau dilihat dari wajah-wajah yang keluar masuk dalam kabinet ini, tidak semuanya bisa dianggap segaris dengan apa yang diucapkan presiden, pertimbangan untuk mengakomodir keinginan parpol pendukung juga masih terlihat, selain itu menteri yang menurut publik seharusnya diganti karena tidak jelas kerjanya juga masih tetap bertahan dalam kabinet ini.


Sore ini presiden langsung memimpin rapat kabinet, si Rajawali Ngepret tentunya sudah tidak ikut lagi, barangkali dia sedang melayang-layang diudara, mengibaskan sayap-sayapnya yang lincah berkepak, atau juga dia sedang duduk merenungkan bahwa mengabdi untuk kepentingan rakyat secara utuh itu amatlah sulitnya.

0 comments: