Motto :

Membaca sebanyak mungkin, Menulis seperlunya
Powered by Blogger.

Visitors

Powered By Blogger

Featured Posts

Like us

ads1

Bagansiapi-api

Written By lungbisar.blogspot.com on Monday, December 9, 2013 | 12:59 AM

Tanjung Katung airnya tenang // Tempat nak dara mencuci kain
Tempat Jatuh lagi dikenang  //  Apatah lagi tempat bermain

138349907814692455
Pelabuhan Sei. Garam Bagansiapi-api Zaman dahulu
Diiringi alunan lagu Tanjung Katung mobil kami memasuki Bagansiapi-api, kenanganku langsung melayang kemasa kekanak dulu, tempat yang baru saja kulewati ini dulunya adalah sebuah dusun sunyi yang diberi nama Batu Tujuh. Tak jauh dari situ membentang sebuah jembatan membelah muara Sungai Rokan, menghubungkan tanah Bagan dengan sebuah desa legenda yang bernama Tanah Pekaitan.

Bergerak kedepan lagi memasuki wilayah Batu Enam, kita disuguhkan dengan pemandangan yang menimbulkan decak kagum, otonomi daerah telah merubah wajah kampung tua yang bernama Bagansiapi-api menjadi sebuah pusat pemerintahan Kabupaten. Disamping Bangunan gedung perkantoran, ada pula museum Ikan sebagai lambang hasil utamanya, dan yang tak kalah menariknya  adalah taman terbuka yang membuat mata  lepas memandang kelaut.
1383499192333262335

Dari Taman ini kita dapat melihat pertemuan arus Sungai dipersimpangan Muara  Rokan dengan sisi Selatan Selat Melaka. Nampak pula hamparan Pulau Barkey, pulau yang pada zaman koloni dulu menjadi tempat berburu burung bagi opsir Belanda. Dari sini kita juga dapat menikmati keindahan alam disaat sunset.

Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah ke makam leluhur saya Ahmad Merah dan Sersan Budani, keduanya merupakan putera terbaik Rohil yang dikebumikan di Taman Makam Pahlawan. Komplek pemakaman ini juga sudah dibenahi sedemikian rupa, bentuknya jauh lebih baik dan artistik dari masa sebelumnya, barangkali inilah bentuk penghargaan masyarakat Rohil terhadap para pendahulunya, sebuah kerja yang patut diacungan jempol.

Selesai ziarah, saya mengitari kota Bagan Siapi-api, suasana hati saya mulai terganggu ketika melihat Kantor Pos dan Telegraph, sebuah tempat yang memiliki sejarah penting bagi Bagansiapi-api, dari Kantor Telegraph inilah pertama kali kabar Proklamasi kemerdekaan RI diperoleh dan dari halaman Kantor Pos inilah Bendera Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan oleh seorang pejuang yang bernama Nahar SK.

Alangkah indahnya negeri ini,  jika dihalaman Kantor Pos yang penuh bersejarah ini ada sentuhan pembangunan  yang menggambarkan jejak sejarah para pejuang dimasa lalu, sebagai suluh penerang dan pengobar semangat bagi generasi berikutnya.
1383499246397905797
di Pusat Kota Bagansiapi-api

Banyak hal yang semestinya dipaparkan dalam tulisan ini, seperti ritual bakar tongkang dan pelabuhan Bagan yang kini sudah menjadi daratan, tetapi otak saya mengalami kebuntuan akibat kicauan walet yang tak henti-hentinya mengganggu kosentrasi, jangankan untuk menulis, istirahat tidur kitapun menjadi terganggu. Barangkali urusan rumah walet dalam kota ini perlu dikaji ulang, apakah layak diberi izin atau tidak.
 
12:59 AM | 0 comments | Read More

Tersebab Itulah Kami GOLPUT

Himbauan agar rakyat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2014 mendatang semakin gencar dilakukan oleh pemerintah dan KPU. Dimana-mana bertebaran baliho, spanduk, selebaran yang isinya menumbuhsuburkan sikap peduli dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan hak suara.

Himbauan dimaksud semakin gencar dilakukan dengan harapan bisa menekan angka golput yang semakin hari semakin menunjukan peningkatan jumlahnya. Himbauan serupa sebelumnya sudah disampaikan oleh Presiden SBY dalam pidatonya di acara ulang tahun harian Rakyat Merdeka ke-14 di Hotel Mulia, Senayan, pada bulan Juni yang lalu.

“Jangan golput, karena rakyat yang memegang kedaulatan. Kedaulatan bukan hanya milik elit politik, milik insan pers, pengamat, tapi milik rakyat Indonesia,”  Ujar Presiden ketika itu.
Pemilu yang berjalan lancar, aman dan sukses, adalah harapan semua orang, rakyat dipastikan tidak menginginkan adanya cacat dalam pelaksanaan pemilu itu, karena pemilu adalah merupakan wujud dari pelaksanaan kedaulatan rakyat yang kita agung-agungkan. Salah satu indikasi suksesnya sebuah pemilu adalah tingginya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Soal menggunakan hak pilih inilah yang menjadi masalah, karena out put dari pemilu itu sendiri dari tahun ketahun bukannya menghasilkan wakil rakyat yang terhormat tetapi malah sebaliknya melahirkan kelompok elite baru yang bergaya hidup hedonis, suka pelesiran keluar negeri dengan alasan studi banding, terlibat tindak pidana suap dan korupsi, dan suka memainkan anggaran untuk kepentingan kelompok atau diri sendiri.

Sejak awal reformasi tidak sedikit anggota Dewan yang digaruk oleh KPK, sepertiKasus Suap Alih Fungsi Hutan Lindung dan Pengadaan SKRT Dephut. Alih fungsi hutan lindung menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ini telah menjerumuskan sebagian anggota Komisi IV DPR priode 2004-2009.

Pada saat yang sama anggota Komisi IV juga diduga telah menerima suap dari pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) Departemen Kehutanan dari bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo. Maka berbondong-bondonglah mereka jadi pesakitan dipengadilan Tipikor seperti ; Yusuf Erwin Faishal, Azwar Chesputra, Hilman Indra, Fahri Andi Leluasa, Al Amin Nasution, dan Sarjan Tahir, rata-rata mereka dihukum 4 sampai 5 tahun penjara.

Sebelumnya untuk DPRD priode 1999 – 2004, dihebohkan oleh cerita Agus Chondro, mantan anggota DPR dari FPDIP ini membuka rahasia suap cek pelawat yang diberikan oleh Nunun Nurbaeti, terkait dengan pemenangan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Kasus ini telah menjerat 39 anggota DPR.

Pada priode yang sama terjadi pula Kasus suap APBN Batam yang melibatkanSofyan Usman, anggota DPR periode 1999-2004 ini juga tersangka kasus suap cek pelawat DGS BI, dia terbukti menerima Mandiri Traveller’s Cheque (MTC) terkait persetujuan anggaran APBN bagi Otorita Batam tahun 2004-2005. Sofyan ditetapkan sebagai tersangka pada 10 November 2010 silam. Dia diduga menerima suap dalam pengadaan Damkar di Otorita Batam pada tahun 2004 sebesar 1 miliar. Sofyan meminta kepada pihak Otorita Batam Rp 150 juta untuk membangun masjid di komplek DPR, Cakung.

Priode berikutnya 2009 / 2014, priode yang sedang berjalan ini telah mencatat sejumlah nama anggota DPR yang diciduk oleh KPK, dalam berbagai kasus suap dan korupsi seperti kasus  proyek Wisma Atltet, kasus Hambalang, hingga pembangkit listrik. Ada juga yang terkait dengan proyek di berbagai universitas dan pengucuran dana percepatan infrastruktur daerah. kasus pengadaan Alquran di Kementerian Agama, kemudian muncul pula anggota Komisi XI DPR RI Emir Moeis yang menjadi tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan PLTU Tarahan, Lampung. Kesemuana itu menambah panjang catatan anggota dewan yang tersangkut korupsi.

Tidak hanya prilaku korup, gaya hidup hedonis dan suka plesiram keluar negeri dengan alasan studi banding juga membuat rakyat makin tidak percaya kepada wakilnya.
Memang tidak semua anggota DPR itu korup dan suka melawat keluar negeri, sebagian mereka berdalih masih banyak anggota Dewan yang bersih dan menggunakan hati nuraninya. Atas alasan ini kita mungkin akan berkata “BENAR” , tapi melihat gelagat yang terjadi sekarang ini tidak menutup kemungkinan rakyat menaruh curiga kepada wakilnya, jangan-jangan mereka yang terlihat bersih itu karena kejahatannya belum terungkap.

Sebut saja kasus terakhir yang menimpat LHI, tokoh yang dikenal bersih dengan penampilan yang islami, berjenggot dan berjubah, fasih berbahasa ‘arab, berpendidikan agama langsung dari sumbernya di Timteng, ternyata terlibat perbuatan rasuah,  bergaya hidup mewah jauh diatas standard rakyat biasa,dan menyimpan sejumlah fustun dibalik jubahya.

Orang-orang yang namanya tersangkut dalam kasus diatas mungkin sudah tidak masuk lagi dalam DCT untuk pemilu mendatang, karena sebagiannya masih berada dalam bui atau baru saja menghirup udara bebas sambil menikmati hasil korupsinya. Tetapi wajah-wajah lama yang secara tersamar terlibat dalam berbagai kasus tetapi belum bisa dibuktikan juga masih banyak yang dicalonkan untuk menjadi wakil rakyat priode mendatang, salah satu contoh nya adalah suami Ratu Atut dari Banten.

Barangkali, rakyat merasa sudah bosan ikut memilih, harapan yang mereka titipkan kepada wakilnya tidak terbawa sampai ke Senayan, tercecer entah dimana. Janji manis tinggal sebatas janji kampanye, usai pemilu janji dilupakan, setelah duduk di Senayan merekapun berdendang sambil melantunkan lagu “Tapi Janji tinggal Janji.”  Tersebab itulah kami  lebih cenderung menjadi Golput ketimbang ikut memilih.
12:57 AM | 0 comments | Read More

Anas dan SBY bergandengan tangan di Solo

Di Jakarta, Anas dan SBY menjadi dua seteru, saling serang dan saling sindir, yang satu mengejek gaya bahasanya dan yang lainnya menuduh dengan menyebut “Jahat sekali”.
Diberbagai tempat dan kesempatan, pendukung kedua belah pihak saling adu argumentasi, saling bela dan membenarkan idolanya masing-masing. Pendukung SBY menuding Anas melakukan penistaan terhadap Partai Demokrat dan SBY, sementara para loyalis Anas menyebut SBY Paranoid.

SMS yang dikirimkan SBY kepada petinggi Demokrat menunjukan bahwa perseteruan itu sudah mencapai titik puncaknya, dan semakn meruncing kala SMS yang semestinya dirahasiakan itu bocor kepublik.

Bocornya SMS SBY itu membuat pihak-pihak di Demokrat semakin gusar, ternyata masih banyak loyalis Anas dilingkaran mereka. Kelompok ini jadi duri dalam daging bagi SBY dan Demokrat, menusuk dari dalam tetapi sulit untuk ditindak. Mereka bergerak bagaikan angin, terasa ada tapi tak dapat digenggam.

Perseteruan antara dua tokoh tersebut telah mengilhami dua orang warga Solo, Hartono dan Sudiatmiko. Keduanya  tampil bersama dengan memakai topeng, Hartono memakai topeng wajah SBY dan Sudiatmiko memakai topeng Anas. Lalu mereka berjalan sambil bergandengan tangan di Area Car Free Day dan naik becak bersama di Jl. Slamet Riyadi. Sungguh mesra sekali.

Aksi Hartono dan Sudiatmiko ini memang sesuatu yang sederhana, tampil apa adanya, tanpa dialog, tanpa pengeras suara, tidak membawa sejumlah massa, hanya sekedar jalan bersama dengan memakai topeng, kemudian naik beca bersama setelah itu merekapun bubar. Waktunya juga tidak terlalu panjang, tidak berhari-harian dan tidak pula dilakukan didepan istana, tetapi disebuah kota yang dulu pernah dipimpin oleh Jokowi sebelum dia menjabat sebagai Gubennur DKI.

Tapi, sesederhana apapun aksi kedua warga Solo itu, pantaslah kiranya menjadi bahan renungan bagi SBY dan Anas. Bahwa rakyat sudah jenuh dengan perseteruan keduanya, rakyat (yang dalam hal ini diwakili oleh Hartono dan Sudiatmiko) berkeinginan agar SBY dan Anas rukun dan damai. Melupakan masa lalu, menjadikan perbedaan sebagai hikmah, berjalan seiring menelusuri permasalahan bangsa, kemudian duduk bersama untuk merumuskan solusinya, persis seperti apa yang digambarkan oleh Hartono dan Sudiatmiko dalam aksinya.
Atau lebih jelasnya lagi, dengan aksinya itu, Hartono dan Sudiatmiko ingin mengingatkan Anas dan SBY  bahwa “Damai itu Indah” .
12:54 AM | 0 comments | Read More

SMS dari SBY

Written By lungbisar.blogspot.com on Sunday, December 8, 2013 | 2:54 PM

Beredar kabar bahwa SBY mengirim SMS kepada beberapa kader Partai Demokrat, isinya meingatkan para petinggi partai agar mencermati sikap dan prilaku Anas dengan Ormasnya yang secara sistematis belakangan ini melakukan upaya penghancuran Demokrat dan SBY.
SMS yang katanya  bersifat rahasia ini bocor kepublik dan tak pelak lagi menjadi bahan perbincangan yang menghebohkan dengan sebuah tanda tanya besar “Siapa pembocornya ?”

Bocornya SMS dari SBY ini, bukanlah sesuatu yang istimewa. SMS itu dikirim SBY sebagai ketua partai bukan sebagai seorang presiden. Karena itu merupakan SMS dari seorang ketua partai maka tidak ada perlindungan khusus untuk SMS tersebut, sifatnya tidak bisa menjadi  rahasia negara, meskipun dikirim oleh seorang ketua partai yang kebetulan juga seorang kepala negara.  Jika isi SMS itu ingin di rahasiakan maka itu menjadi tanggung jawab kader PD untuk merahasiakannya. Akan halnya terjadi kebocoran maka itu berarti ada sesuatu yang tak beres ditubuh mereka sendiri.
2:54 PM | 0 comments | Read More

B o d o h

Presiden dan keluarga balik kampung ke Pacitan dan kemudian menyempatkan diri bertamasya kepantai Klayar, Desa Sendang Pacitan. Dipantai nan indah itu mereka berphoto bersama, terlihat presiden bersama isteri, anak, menantu dan cucunya kompak memakai baju Batik,  Photo itu menyebar kekhalayak ramai karena  diunggah ke Instagram oleh pemilik akun Aniyudhoyono, yang tak lain adalah ibu negara.
2:51 PM | 0 comments | Read More

Misteri Bunda Puteri

Satu nama yang paling banyak disebut saat ini adalah “Bunda Puteri” ,  menjadi perbincangan banyak orang, mulai dari gedung bertingkat sampai kesudut-sudut gang sempit dan becek, mulai dari presiden sampai ketukang sate yang berjualan didekat rumah kami.

Namanya mencuat sejak dibukanya rekaman percakapan dalam sidang kasus suap quota impor daging sapi, dan mencapai puncaknya ketika presiden menanggapi kesaksian LHI dipengadilan Tipikor yang menyebutkan bahwa Bunda Puteri saangat dekat dengan presiden, saking dekatnya Bunda Puteri tau  presiden akan melakukan reshufle kabinet.
2:46 PM | 0 comments | Read More

Bunda Puteri

Presiden SBY menampik keras tudingan mantan presiden PKS yang menyebutkan kedekatannya dengan Bunda Puteri, dalam persidangan dipengadilan Tipikor. Saking dekatnya hubungan SBY dengan perempuan misterius itu sampai-sampai dia bisa tau rencana reshufle kabinet yang akan dilakukan presiden.

Begitu mendarat di Halim Perdana Kesuma sepulangnya dari kunnjungan kenegaraan dari Brunei Darussalam, SBY langsung melaksanakan jupa pers. Memberikan klarifikasi atas keterangan tersangka kasus suap impor daging itu.
2:43 PM | 0 comments | Read More

Ruhut Calon Ketua MK

Berakhirlah sudah drama babak tunggal komisi III DPR, penolakan terhadap Ruhut dilakukan oleh sebagian besar anggota Komisi Hukum itu, sehingga dia benar-benar gagal duduk sebagai ketua komisi III. Posisinya digantikan oleh Pieter, rekan separtainya dari komisi II. Ruhut yang sudah bersiap-siap untuk dilantik harus berlapang dada, karena penolakan terhadap dirinya bukannya mereda tapi tetap menggelora.

Kecewakah Ruhut ?
2:37 PM | 0 comments | Read More

Badai Suap di Samudera Keadilan

Tertangkapnya ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchktar, membuat wajah penegakan hukum dinegeri ini menjadi tercabik-cabik. Wajah yang sejak awalnya sudah bopeng dan menakutkan bagi sebagian pencari keadilan dinegeri ini menjadi semakin ngeri dan takut. Andaikata benar Akil Muchtar menerima suap dari orang-orang yang berperkara maka sudah tak terbayangkan lagi akan nasib penegakan hukum dinegeri ini.
2:34 PM | 0 comments | Read More

Balada Seorang Ruhut

“Berkokok Ayam, berkicau Murai, bengkok penganyam salah diawal mulai.”

Ruhut bagaikan perahu yang terombang ambing ditengah samudera, layarnya terkembang tapi angin sakal berhembus dari haluan, cuaca juga tak berpihak padanya, sehingga jalannya menuju kursi ketua komisi III jadi tersendat-sendat.

Gelombang penolakan dirinya tidak hanya datang dari anggota komisi III yang bakal dipimpinnya, tapi juga sudah melebar keluar melibatkan isteri dan anak yang sudah dia tinggalkan.

Mengapa Ruhut ditolak oleh koleganya di DPR, apa sih kurangnya seorang Ruhut, dia seorang sarjana hukum, Pengacara, artis sinetron, tidak cacat hukum, dan menurutnya dia juga tidak cacat moral.
2:21 PM | 0 comments | Read More